Sahabat DM, Bayangkan suatu pagi
yang cerah. Matahari mulai bersinar dan menghangatkan permukaan bumi. Laut,
sungai, danau, bahkan genangan air di jalan perlahan-lahan melepaskan uap air
ke udara. Proses ini terjadi setiap hari tanpa kita sadari.
Uap air yang sangat ringan
kemudian naik semakin tinggi ke langit. Semakin tinggi posisinya, suhu udara
menjadi semakin dingin. Karena udara dingin tidak mampu menampung terlalu
banyak uap air, uap tersebut mulai berubah menjadi butiran-butiran air yang sangat
kecil. Jutaan butiran air ini berkumpul dan membentuk awan putih yang kita
lihat di langit.
Seiring waktu, angin membawa awan
tersebut berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Selama perjalanan, semakin
banyak uap air yang bergabung sehingga butiran air di dalam awan menjadi
semakin besar dan semakin berat.
Pada saat butiran air sudah
terlalu berat untuk tetap melayang di udara, gravitasi bumi menariknya turun.
Inilah yang kita kenal sebagai hujan. Kadang-kadang hujan turun dengan lembut
sebagai gerimis, tetapi jika awan menyimpan sangat banyak air, hujan dapat
turun dengan deras disertai angin dan petir.
Air hujan yang jatuh ke bumi
tidak hilang begitu saja. Sebagian mengalir melalui sungai menuju laut,
sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, dan sebagian lagi diserap
oleh tumbuhan. Ketika matahari kembali bersinar, air tersebut akan menguap lagi
dan memulai perjalanan yang sama.
Proses yang terus berulang ini
disebut siklus air atau daur hidrologi. Siklus inilah yang
menjaga ketersediaan air di bumi dan memungkinkan semua makhluk hidup
memperoleh air yang dibutuhkan.
Tahapan Singkat Terjadinya
Hujan
- Matahari memanaskan air di laut, sungai, dan
danau.
- Air menguap menjadi uap air dan naik ke
atmosfer.
- Uap air mendingin lalu berubah menjadi
butiran air kecil yang membentuk awan (kondensasi).
- Butiran air bergabung hingga menjadi semakin
besar dan berat.
- Air jatuh ke bumi sebagai hujan
(presipitasi).
- Air kembali ke laut, sungai, dan tanah,
kemudian menguap lagi sehingga siklus terus berlangsung.
Fakta Menarik
- Awan yang tampak ringan sebenarnya dapat mengandung
jutaan hingga miliaran tetes air.
- Tidak semua hujan berasal dari laut. Air dari
sungai, danau, tanah, serta tumbuhan juga ikut menguap dan menjadi bagian
dari siklus air.
- Daerah pegunungan sering menerima hujan lebih
banyak karena udara yang naik di lereng gunung lebih cepat mendingin
sehingga pembentukan awan menjadi lebih mudah.
Dengan cara yang sederhana, hujan
dapat diibaratkan seperti perjalanan air yang tidak pernah berhenti: air
naik ke langit sebagai uap, berkumpul menjadi awan, lalu kembali ke bumi
sebagai hujan untuk memberi kehidupan bagi seluruh makhluk hidup.
Referensi
- U.S. Geological Survey (USGS). The Water Cycle (Water Science School).
- NASA Climate Kids. What Is the Water Cycle?
- NASA Global Precipitation Measurement (GPM). The Hydrologic Cycle.
