Air Mata Saat Menangis
Aktivitas sistem limbik kemudian mengirim sinyal ke hipotalamus, yaitu bagian otak yang bertugas mengatur berbagai respons tubuh. Hipotalamus lalu meneruskan sinyal melalui sistem saraf otonom menuju kelenjar air mata. Akibatnya, produksi air mata meningkat dan keluarlah air mata yang kita kenal sebagai tangisan emosional. Para peneliti menemukan bahwa air mata emosional mengandung beberapa zat yang berhubungan dengan stres. Oleh karena itu, banyak orang merasa lebih lega dan tenang setelah menangis.
Air Mata Saat Tertawa

Meskipun terdengar aneh, tertawa juga dapat membuat seseorang mengeluarkan air mata. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang tertawa sangat keras dan dalam waktu yang cukup lama.
Saat tertawa terbahak-bahak, otot-otot wajah, terutama di sekitar mata, berkontraksi berulang kali. Kontraksi ini memberikan tekanan pada area sekitar kelenjar air mata sehingga produksi air mata meningkat. Selain itu, tertawa yang sangat kuat juga melibatkan sistem limbik yang sama seperti saat menangis. Dengan kata lain, otak sedang memproses emosi yang sangat intens. Karena itulah tubuh dapat merespons dengan keluarnya air mata, meskipun emosi yang dirasakan adalah kebahagiaan.
Persamaan Menangis dan Tertawa
Meskipun terlihat berlawanan, menangis dan tertawa memiliki banyak kesamaan dari sudut pandang biologi. Keduanya melibatkan emosi yang kuat, aktivasi sistem limbik di otak, perubahan pola pernapasan, kontraksi otot wajah, dan peningkatan aktivitas kelenjar air mata.

Karena jalur saraf yang digunakan hampir sama, terkadang seseorang yang tertawa sangat keras dapat terlihat seperti sedang menangis. Sebaliknya, seseorang yang menangis karena terharu atau sangat bahagia juga dapat tampak seperti sedang tertawa.
Kesimpulan
Air mata bukan hanya tanda kesedihan. Ketika menangis, air mata muncul karena otak merespons emosi yang kuat dan mengaktifkan kelenjar air mata. Ketika tertawa sangat keras, emosi positif yang intens serta kontraksi otot wajah juga dapat merangsang keluarnya air mata. Jadi, baik kesedihan maupun kebahagiaan yang sangat besar sama-sama dapat membuat mata kita berair. Air mata merupakan salah satu cara tubuh mengekspresikan dan mengelola emosi yang kuat.


