Kenapa Burung Tidak Tersetrum Saat Bertengger di Kabel Listrik? Ternyata Alasannya Bukan Karena Kebal Listrik!

Daftar Menarik
By -
0



Pernahkah kalian melihat seekor burung bertengger dengan santai di atas kabel listrik telanjang? Burung itu tampak tidak takut, bahkan ada yang tidur atau berkicau di atas kabel yang membawa aliran listrik bertegangan tinggi. Sementara itu, kita selalu diingatkan agar tidak pernah menyentuh kabel listrik karena dapat menyebabkan sengatan yang sangat berbahaya.


Lalu muncul pertanyaan yang menarik. Mengapa burung bisa tetap aman berada di atas kabel listrik? Apakah tubuh burung memang kebal terhadap listrik?


Jawabannya adalah tidak. Tubuh burung sebenarnya tetap dapat menghantarkan listrik, sama seperti tubuh manusia. Yang membuat burung tidak tersetrum bukan karena tubuhnya kebal, melainkan karena cara kerja arus listrik itu sendiri. Menurut The Physics Classroom dan HyperPhysics (Georgia State University), arus listrik hanya akan mengalir jika terdapat jalur yang memungkinkan arus berpindah dari satu titik ke titik lainnya yang memiliki perbedaan tegangan.



Listrik Tidak Mengalir Begitu Saja

Untuk memahami mengapa burung tidak tersetrum, kita perlu mengetahui bagaimana listrik bekerja. Bayangkan listrik seperti air di dalam selang. Air hanya akan mengalir jika ada perbedaan tekanan. Jika tekanan di kedua ujung selang sama, air tidak akan bergerak.


Begitu pula dengan listrik. Arus listrik hanya mengalir apabila terdapat beda potensial atau perbedaan tegangan serta tersedia jalur yang dapat dilewati arus tersebut. Prinsip dasar ini dijelaskan dalam Hukum Ohm, yang menyatakan bahwa besar arus listrik dipengaruhi oleh tegangan dan hambatan suatu penghantar. Penjelasan ini dapat ditemukan pada HyperPhysics – Georgia State University dan The Physics Hypertextbook.



Mengapa Burung Tidak Tersetrum?

Saat seekor burung bertengger, kedua kakinya berada pada kabel yang sama. Karena kedua kaki tersebut menyentuh titik yang memiliki tegangan hampir sama, tidak ada perbedaan tegangan yang cukup untuk mendorong arus listrik melewati tubuh burung.


Akibatnya, listrik tetap memilih mengalir di sepanjang kabel. Hal ini karena kabel listrik terbuat dari logam seperti aluminium atau tembaga yang memiliki hambatan listrik jauh lebih kecil dibandingkan tubuh burung. Dengan kata lain, kabel merupakan jalur yang jauh lebih mudah dilalui arus listrik.


Penjelasan mengenai kecenderungan arus listrik memilih jalur dengan hambatan paling kecil dijelaskan dalam materi Electric Circuits dari The Physics Classroom dan Electricity Explained yang diterbitkan oleh U.S. Energy Information Administration (EIA).



Tubuh Burung Sebenarnya Tetap Menghantarkan Listrik

Banyak orang mengira burung memiliki tubuh yang kebal terhadap listrik. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat.


Tubuh burung terdiri dari air, darah, serta berbagai mineral yang mampu menghantarkan listrik. Kondisi ini sama seperti tubuh manusia yang juga merupakan penghantar listrik karena sebagian besar tersusun atas cairan.


Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), tubuh makhluk hidup tetap dapat dialiri arus listrik apabila menjadi bagian dari rangkaian listrik. Oleh karena itu, burung sebenarnya bisa saja tersetrum apabila arus listrik mengalir melalui tubuhnya.


Kapan Burung Bisa Tersetrum?


Burung akan tersetrum apabila tubuhnya menghubungkan dua titik yang memiliki tegangan berbeda. Sebagai contoh, satu kaki berada pada kabel listrik, sedangkan kaki lainnya menyentuh kabel lain yang berbeda tegangan. Kondisi lain yang sering terjadi adalah ketika sayap burung menyentuh tiang listrik atau bagian logam menara transmisi yang terhubung ke tanah.


Saat itulah tubuh burung menjadi jalur bagi arus listrik. Arus akan mengalir dari tegangan yang lebih tinggi menuju tegangan yang lebih rendah melalui tubuh burung sehingga menyebabkan sengatan listrik.


Fenomena ini banyak dijumpai pada burung berukuran besar seperti elang, bangau, atau burung hantu. Organisasi Avian Power Line Interaction Committee (APLIC) menjelaskan bahwa burung besar memiliki rentang sayap yang cukup lebar sehingga lebih berisiko menyentuh dua penghantar listrik sekaligus dan mengalami elektrokusi.


Mengapa Manusia Lebih Mudah Tersetrum?


Lalu mengapa manusia justru sangat mudah tersetrum saat menyentuh kabel listrik? Jawabannya karena manusia biasanya berdiri di atas tanah. Tanah berfungsi sebagai ground atau tempat tujuan aliran listrik.


Ketika seseorang menyentuh kabel yang bertegangan sementara kakinya masih berpijak di tanah, tubuh manusia menjadi jalur bagi arus listrik untuk mengalir menuju bumi. Akibatnya, arus listrik melewati berbagai organ tubuh sehingga dapat menyebabkan luka bakar, gangguan irama jantung, bahkan kematian.


Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), sebagian besar kecelakaan akibat listrik terjadi karena tubuh manusia menjadi bagian dari rangkaian listrik antara sumber tegangan dan tanah.



Apakah Kabel Bertegangan Tinggi Tetap Aman untuk Burung?

Meskipun beberapa kabel transmisi membawa tegangan hingga ratusan ribu volt, seekor burung tetap dapat bertengger dengan aman selama hanya menyentuh satu kabel dan tidak menyentuh benda lain yang memiliki tegangan berbeda.


Namun, kondisi tersebut sama sekali tidak berarti kabel listrik aman untuk disentuh manusia. Ukuran tubuh manusia jauh lebih besar sehingga kemungkinan menyentuh dua titik dengan tegangan berbeda jauh lebih tinggi.


Karena itu, U.S. Energy Information Administration (EIA) dan NIOSH mengingatkan bahwa siapa pun tidak boleh mencoba menyentuh kabel listrik, meskipun melihat burung dapat bertengger di atasnya tanpa mengalami apa pun.



Kesimpulan

Jadi, burung tidak tersetrum saat bertengger di atas kabel listrik bukan karena tubuhnya kebal terhadap listrik. Penyebab utamanya adalah kedua kaki burung berada pada kabel yang memiliki tegangan yang sama sehingga tidak ada perbedaan tegangan yang membuat arus listrik mengalir melalui tubuhnya.


Arus listrik selalu memilih jalur yang paling mudah, yaitu tetap mengalir di dalam kabel logam yang hambatannya jauh lebih kecil daripada tubuh burung. Penjelasan ini sesuai dengan prinsip dasar kelistrikan yang dijelaskan oleh The Physics Classroom, HyperPhysics, dan U.S. Energy Information Administration (EIA).


Namun, apabila burung menyentuh dua kabel yang berbeda tegangan atau menyentuh kabel dan tiang listrik secara bersamaan, tubuhnya akan menjadi jalur arus listrik sehingga burung dapat tersetrum. Hal ini juga didokumentasikan dalam panduan keselamatan jaringan listrik oleh Avian Power Line Interaction Committee (APLIC).

Tags:

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default