Pernahkah Kamu Mengalaminya?
Saat hendak tidur, tiba-tiba terdengar suara "ngiiiing..." di dekat telinga. Kita langsung tahu kalau ada nyamuk. Anehnya, jika tujuan nyamuk adalah menghisap darah, mengapa ia justru mengeluarkan suara yang membuat manusia sadar akan kehadirannya? Bukankah akan lebih mudah jika nyamuk datang secara diam-diam?
Ternyata, suara itu bukanlah cara nyamuk "memberi tahu" manusia. Bunyi tersebut adalah akibat dari cara tubuh nyamuk bekerja ketika terbang.
Suara Dengung Berasal dari Kepakan Sayap
Nyamuk tidak memiliki pita suara seperti manusia. Bunyi dengung yang kita dengar berasal dari kepakan sayapnya yang sangat cepat.
Sayap nyamuk dapat mengepak sekitar 200 hingga lebih dari 800 kali setiap detik, tergantung pada spesies, jenis kelamin, dan suhu lingkungan. Kepakan yang sangat cepat ini menggetarkan udara sehingga menghasilkan suara bernada tinggi yang kita kenal sebagai dengungan nyamuk. Penelitian mengenai akustik penerbangan nyamuk menunjukkan bahwa suara tersebut merupakan konsekuensi alami dari gerakan sayap, bukan suara yang sengaja dibuat untuk mengganggu manusia (Hoy dkk., 2014; Gibson & Russell, 2006).
Jadi, Apakah Nyamuk Sengaja Berdengung Sebelum Menggigit?
Jawabannya adalah tidak.
Nyamuk tidak sengaja mengeluarkan bunyi untuk memberi tahu mangsanya. Dengungan itu hanyalah "efek samping" dari proses terbang. Agar tubuhnya yang kecil tetap dapat melayang dan bermanuver, nyamuk harus mengepakkan sayapnya dengan sangat cepat. Semakin cepat kepakan sayap, semakin tinggi pula suara yang dihasilkan.
Dengan kata lain, selama nyamuk masih terbang mendekati kita, suara dengung hampir tidak dapat dihindari.
Kenapa Suaranya Sering Terdengar Tepat di Dekat Telinga?
Banyak orang mengira nyamuk memang sengaja mengincar telinga. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah kepala manusia menjadi tempat yang sangat menarik bagi nyamuk.
Saat bernapas, manusia mengeluarkan karbon dioksida (CO₂). Selain itu, tubuh juga melepaskan panas dan berbagai senyawa kimia dari kulit, seperti asam laktat dan zat-zat lain yang menjadi petunjuk keberadaan calon sumber darah. Karena hidung dan mulut berada di sekitar kepala, konsentrasi karbon dioksida di daerah tersebut lebih tinggi sehingga nyamuk sering terbang di sekitar wajah dan telinga. Akibatnya, suara dengung terdengar sangat jelas karena letaknya sangat dekat dengan gendang telinga.
Mengapa Hanya Nyamuk Betina yang Menghisap Darah?
Fakta yang menarik, bukan semua nyamuk menghisap darah.
Nyamuk jantan hanya memakan nektar bunga sebagai sumber energi. Sebaliknya, nyamuk betina membutuhkan protein dan zat besi dari darah untuk membantu perkembangan telurnya. Jadi, ketika seekor nyamuk datang untuk menggigit manusia, hampir bisa dipastikan bahwa itu adalah nyamuk betina. Setelah memperoleh darah yang cukup, ia akan menggunakannya untuk menghasilkan dan mematangkan telur.
Mengapa Nyamuk Tidak Bisa Terbang Tanpa Suara?
Secara teori, terbang tanpa suara akan membuat nyamuk lebih mudah mendapatkan mangsa. Namun, ukuran tubuh nyamuk yang sangat kecil membuatnya harus mengepakkan sayap dengan kecepatan tinggi agar tetap bisa menghasilkan gaya angkat yang cukup.
Artinya, suara dengung adalah konsekuensi dari hukum fisika penerbangan. Jika kepakan sayap diperlambat agar lebih senyap, nyamuk justru akan kesulitan terbang dan mencari makan. Dengan kata lain, nyamuk tidak memiliki pilihan selain menghasilkan suara saat terbang.
Dengungan Nyamuk Ternyata Juga Menjadi Alat Komunikasi
Selain membantu terbang, suara dengung juga memiliki fungsi lain bagi nyamuk.
Para ilmuwan menemukan bahwa nyamuk jantan dan betina dapat saling mengenali melalui frekuensi kepakan sayap. Bahkan, ketika akan kawin, keduanya dapat menyesuaikan frekuensi dengung sehingga menjadi selaras. Fenomena ini dikenal sebagai harmonic convergence, yaitu cara nyamuk berkomunikasi melalui suara yang dihasilkan oleh kepakan sayap mereka.
Kesimpulan
Jadi, alasan nyamuk selalu terdengar berdengung sebelum menghisap darah bukan karena ingin memberi peringatan kepada manusia. Bunyi tersebut muncul akibat sayapnya yang mengepak sangat cepat agar ia bisa tetap terbang. Kebetulan, nyamuk sering mendekati wajah karena tertarik oleh karbon dioksida, panas tubuh, dan aroma kulit yang kita keluarkan. Itulah sebabnya suara dengung sering terdengar tepat di dekat telinga.
Di balik suara kecil yang sangat mengganggu itu, ternyata tersimpan penjelasan ilmiah yang melibatkan fisika penerbangan, biologi, hingga cara nyamuk berkomunikasi dengan sesamanya.
